ALT_IMG

Ismail Ash-Shanhaji

My Name is Smile and I'm not Terorist

ALT_IMG

Gunadarma University

Gunadarma University is awarded as The Best Private University in Indonesia versi Webometrics on January 2014 Rank Edition

Alt img

HASPHI

HASPHI merupakan singkatan dari Himpunan Alumni Santri Pesantren Hidayatul Ikhwan. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan agar para alumni senantiasa dapat silaturrahmi dan berbagi didalam jaringan komunikasi didunia maya.

ALT_IMG

Anonymous

adalah kelompok Aktivis atau "Hacktivis" yang dibentuk pada tahun 2003. Para anggotanya dapat dibedakan di depan publik dengan mengenakan topeng Guy Fawkes atau yang biasa dikenal V for Vendetta. Pada tahun 2011, Majalah Time memasukkan nama "Anonymous" sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

ALT_IMG

The Sims 3

permainan komputer (computer game) simulasi kehidupan (life simulation) komputer keluaran tahun 2009 yang dikembangkan oleh The Sims Studio dan diterbitkan oleh Electronic Arts. Ini adalah edisi ketiga dari permainan komputer terlaris (bestseller). Readmore...

ALT_IMG

Smile

Smile is the power who make your life more brightness and happiness.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 September 2011

Tujuh Keajaiban Dunia

0 komentar
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada Awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka piker merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi ;
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab. “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.”
Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, ‘Tujuh keajaiban dunia’ adalah,
1. Bisa melihat,
2. Bisa mendengar,
3. Bisa menyentuh,
4. Bisa menyayangi,

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5. Bisa merasakan,
6. Bisa tertawa,
7. Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda..
Continue reading →
Minggu, 11 September 2011

Cinta dan Waktu

0 komentar
Disuatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika datang badai menghempas dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.


CINTA sgt kebingunggan sebab ia tdk bisa berenang dan tdk mempunyai perahu. Ia berdiri ditepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki nya.

Tak lama CINTA melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan!
Tolong aku!” teriak CINTA.
“Aduh! Maaf CINTA!” kata Kekayaan. “ perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini.”

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena menemukan perahu sehingga ia tidak mendengar teriakan CINTA.


Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang, Ia kian panik.
Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA.
“Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut Kecantikan.


CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata CINTA.
“Maaf CINTA, Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja….” Kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat krisis itulah tiba-tiba terdengar suara, “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!”.


CINTA menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa nama orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakan kepada seorang penduduk dipulau itu, siapakah sebenarnya laki-laki tua tadi.


“Oh, orang tua tadi ?” Dia adalah WAKTU,” kata orang itu.

“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku ? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” Tanya CINTA heran.

“Sebab, “kata orang itu, “ hanya WAKTU-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu….. “
Continue reading →
Senin, 05 September 2011

Garam dan Telaga

0 komentar
Alkisah,

hiduplah seorang tua yang bijak, pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung masalah langkahnya gontai, dan wajahnya ruwet tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia

tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya pak tua yang bijak, hanya mendengarkan... dengan seksama

ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan

"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya," kata pak tua itu

"Pahit, pahit sekali," jawab sang tamu, sambil meludah ke samping

pak tua itu sedikit tersenyum ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya

kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu

pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan terciptalah riak air, mengusik ketenangan telaga

"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah." kata pak tua itu

saat tamu itu selesai mereguk air itu, pak tua berkata ,"Bagaimana rasanya?"

"segar," sahut tamunya

"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya pak tua lagi.

"Tidak," jawab si anak muda

.......................................................................................
Sahabat,

Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang
jumlah dan rasa pahit itu adalah sama,
dan memang akan tetap sama

Sahabat,

Kepahitan yang kita rasakan, akan sangat bergantung pada hati kita,
kepahitan itu, akan didasarkan pada perasaan tempat kita meletakkan segalanya

Itu semua tergantung pada HATI kita

saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup,
hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan,

LAPANGKANLAH DADAMU MENERIMA SEMUANYA
LUASKANLAH HATIMU UNTUK MENAMPUNG SEMUA SETIAP KEPAHITAN ITU

Sahabat,

Hati adalah wadah,
perasaan adalah tempat itu
kalbumu adalah tempat menampung segalanya

Sahabat,

mari jadikan hati ini ibarat telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan

dan pak tua itupun beranjak pulang dengan "segenggam garam" di tangannya, untuk anak muda lain, yang sering datang padanya dengan membawa keresahan jiwa.......
Continue reading →
Jumat, 02 September 2011

Ketika Allah Berkata Tidak

0 komentar
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."
Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran."
Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kebahagiaan. "
Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."
Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti ...!" Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Coba kita bayangkan diri, kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
Continue reading →
Kamis, 01 September 2011

Taqdir Allah Selalu Baik

0 komentar
Pada zaman dahulu kala ada seorang raja yang mempunyai 1 orang kepercayaan. Pokoknya kalau ada masalah apa-apa si raja ini selalu curhat minta nasihat sama orang kepercayaannya. Pada suatu hari pada zaman dahulu kala tadi. Raja ini mengadakan festival/ pesta rakyat di mana semua rakyat diundang. Ceritanya Sang raja ini mau makan apel dan dia hendak memotong apel itu sendiri. Entah kenapa, kerasukan jin apa, tiba-tiba jari telunjuk sang raja kena pisau dan patah. Pokoknya jari telunjuk sang raja putus dan darahnya mengalir deras. Sang raja itupun teringat orang kepercayaannya tadi, dan kemudian meminta nasihat kepadanya.

Orang kepercayaannya itu memang punya kata-kata yang khas yang selalu diucapkan. Dia selalu bilang “Takdir Allah selalu baik!”. Dan ketika sang raja meminta nasihat, si orang kepercayaan sang raja ini malah bilang “Takdir Allah selalu baik!” 8) . Lha ya jelas saja sang raja marah dan memasukkan orang kepercayaannya itu ke dalam penjara.

Pada lain hari pada zaman dahulu kala tadi, sang raja pergi berburu dikawal sejumlah pasukan. Nah si raja ini ceritanya kalau naik kuda suka ngebut dan meninggalkan pengawalnya yang nggak bisa menandingi ngebutnya si raja ini, biasanya sih cuma orang kepercayaannya yang bisa naik kuda ngebut kayak si raja ini. Nah, karena si raja ini sotoy, jadi ia tersesat di tengah hutan dan ditemukan oleh suku pedalaman yang primitif dan kanibal. Suku primitif ini anehnya kalau mau makan orang, milih-milih. Mereka pengin orang yang fisiknya sempurna dan tanpa cacat. Nah untungnya karena si raja ini jari telunjuknya putus, jadi dianggap tidak qualified buat jadi santapan suku primitif itu. Dan suku primitif dengan bodohnya melepas sang raja.

Kemudian tiba-tiba sang raja pun teringat sama orang kepercayaannya. Teringat akan kata-kata “takdir Allah selalu baik” saat jari telunjuk sang raja putus. Kemudian, sang raja pulang ke kerajaannya dan cepat-cepat membebaskan orang kepercayaannya. Dia kemudian menceritakan kejadian tadi kepada orang kepercayaannya itu. Dia sangat bersyukur jari telunjuknya patah, kalau tidak dia sudah dimakan tadi. Sang raja pun menyesal telah memenjarakan orang kepercayaannya. Namun, si orang kepercayaannya tadi lagi-lagi bilang: “Takdir Allah selalu baik. Kalau seandainya saya tidak dipenjara, maka saya akan ikut berburu bersama tuan dan mungkin saya akan menjadi santapan suku primitif itu.

So, percayalah semua takdir Allah itu baik. Namun mungkin bukan saat itu juga qta merasakan kebaikan dari takdir itu. Tapi, suatu saat qta akan berterima kasih atas apa yang terjadi dahulu. Intinya, jangan ngeluh aja.. tapi, liat sisi baiknya.. karena setiap kejadian punya dua sisi. Saat kamu merasakan keburukannya, maka nantikanlah sisi yang satunya yaitu kebaikan atas kejadian itu..
Continue reading →
Minggu, 28 Agustus 2011

Pelajaran dari Keledai

0 komentar
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya

Akhirnya , ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya

Walaupun pungungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewa itu namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkan naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan masalah) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melanglah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.
Continue reading →
Sabtu, 27 Agustus 2011

Nilai Emas

0 komentar
Seorang dermawan memulai pidatonya dalam ruangan yang dipenuhi sekitar 100 orang pendengar. Di tangannya tergenggam selembar uang kertas 100 ribuan.

Ia bertanya, “Saudara-saudara, siapa yang menginginkan uang ini?”
Tangan pendengar satu per satu diangkat ke atas.

Si dermawan lalu berkata, “Akan kuberikan uang ini, tapi izinkan saya membaginya dengan adil.” Ia tampak merobek-robek uang itu, hingga membuat uang itu terbagi menjadi 100 potong. Ia lalu kembali bertanya pada hadirin, “Siapa yang masih menginginkan benda ini?”

Tak seorang pun mengangkat tangannya ke atas.

“Baiklah,” katanya, “bagaimana kalau yang ini?” dermawan itu menunjukkan sekeping uang emas. Ia kembali bertanya, “Saudara-saudara siapa yang menginginkan sekeping uang emas ini?”

Tangan pendengar satu per satu diangkat ke atas.

Si dermawan lalu berkata, “Akan kuberikan keping emas ni, tapi izinkan saya melakukan hal ini.” Ia tampak memelintir keping emas itu, seperti seseorang yang menyobek-nyobek kertas, hingga membuat keping emas itu penyok di sana-sini. Ia lalu kembali bertanya pada hadirin. “Siapa yang masih menginginkan benda ini?”

Tangan para pendengar kembali diangkat ke atas.

“Baiklah,” katanya, “bagaimana kalau aku lakukan ini?”

Si dermawan itu lalu membanting keping emas yang tak lagi bulat rata itu ke lantai, lalu menginjak-injaknya dengan sepatu. Ia lantas mengambil benda yang telah tak berwujud lagi itu, kecuali seperti gumapalan sisa permen karet, dan dekil.

“Hayo sekarang, siapa yang masih menginginkannya?”

Semua tangan masih terangkat ke atas.

Meski tak lagi berwujud dan dekil, keping emas itu tak kehilangan nilainya. Seringkali, kita terjerembab, tercabik-cabik, bahkan hancur oleh keputusan atau keadaan kita sendiri. Kita merasa tak lagi berharga. Tapi sesungguhnya, apa pun yang terjadi, kita takkan kehilangan nilai. Seperti itulah seharusnya kita. Sebuah keeping emas, bukan selembar uang kertas. Dengan begitu kita akan lebih menghargai hidup ini. Karena kita adalah spesial – jangan lupa itu. Jangan biarkan masa lalu merusak masa depan kita.
Continue reading →
Jumat, 26 Agustus 2011

Membuat Hidup Lebih Hidup

0 komentar
Dunia ini kadang tak seperti yang qta impikan or bayangkan. Kadang lebih baik dari bayangan qta, namun lebih sering tak sesuai dengan harapan qta. lantas saat dunia ini berbeda dengan keinginan qta tak serta merta qta menjadi pesimis, gak percaya diri, dan merasa hidup dalam penderitaan. Karena apapun respon qta terhadap itu semua tak akan mengubah apapun yang telah terjadi.

Dunia ini gak hanya diperankan oleh qta sendiri. Namun ada orang lain disekeliling qta yang menjadi actor dan aktris dari panggung sandiwara ini. Dan qta sendiri juga bukan seorang sutradara yang berhak mengatur mereka untuk bersikap sesuai keinginan qta. oleh karena itu untuk menikmati hidup ini, bukan dunianya yang qta ubah. Tapi, cara pandang qta, hati qta dan sikap qta sendiri dalam menghadapi dunia ini.

Bersyukur dengan segala sesuatu yang qta miliki, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya adalah cara menikmati hidup yg paling dahsyat. Dengan begitu qta dapat menjalani hidup ini dengan lebih damai tanpa harus mengeluhkan ini itu setiap saat. Silahkan buktikan sendiri…

Continue reading →
Kamis, 25 Agustus 2011

Hadiah

0 komentar
Bayangkan ada sebuah bank yang member anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400; setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak olimpiade.

“Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidak pernah menunggu siapa-siapa.”
Continue reading →
Rabu, 24 Agustus 2011

3 Hal dalam Hidup

0 komentar
3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali :
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan
Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti^^

Time is free but it’s priceless, u can’t own it but u can use it. U can’t keep it but u can spend it =)

Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.
Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.
*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah^^

Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan.
*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya^^

3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.

Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.

Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita^^

Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan^^

3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta

Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.

Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga.

Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.

What is the difference between blood and friend?
>>Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside.

Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan^^
Continue reading →
Selasa, 23 Agustus 2011

Tiada Maaf Bagimu

0 komentar
Kali ini berbicara soal meminta dan memberi maaf. Mudah bagi kita untuk meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan, namun ternyata sangatlah sulit sekali memberikan maaf pada orang lain yang telah melakukan salah pada kita. Yup. Itulah egoisme manusia. Hanya mengerjakan hal yang menurutnya menguntungkan buat diri sendiri.

Seperti halnya dalam kisah paku dan amarah. Dimana, saat kali melakukan kesalahan kita akan memaku sebuah paku pada tembok. Kemudian suatu ketika, saat kita sudah tidak marah lagi, kita dapat mencabut paku itu. Namun, lihatlah tembok itu. Bekas paku yang pernah kita tancapkan tidak akan hilang. Tembok itu tak akan pernah kembali seperti duu sebelum kita menancapkan paku padanya.

Cerita paku dan amarah itu menggambarkan luka yang akan berbekas saat kita melakukan salah pada orang lain. Kita dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu.. tetapi tidak peduli berapa kali kita minta maaf, luka itu akan tetap ada. Meski akhirnya kita mendapatkan maafnya, gak berarti bekas luka itu telah hilang. Hal tersebut mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam bertindak, agar tidak melukai orang lain. Agar tak ada penyesalan di akhir.

Namun, hal itu tidak lantas kita jadikan sebuah Patokan. Sebuah patokan yang membuat kita sulit memaafkan orang lain yang telah melakukan salah pada kita. Itu adalah gambaran agar kita tidak mudah melakukan kesalahan dan kemudian meminta maaf.

Sebagai seseorang yang merasa telah dilukai, kita harus bersikap lebih lapang. Kita harus ingat bahwa tiap manusia juga tidak ada yang tidak pernah melakukan kesalahan. Bahkan, kita sendiri juga pernah melakukan kesalahan. Coba aja bayangin gimana rasanya kalo kita udah minta maaf namun tidak juga direspon apalagi dimaafkan.

Dan yang harus kita ingat, Allah saja masih memberikan maaf buat hamba-Nya. Apalagi kita yang Cuma makhluk-Nya, gak sepantasnya bersikap sombong dengan tidak mau memaafkan. Dengan memaafkan mungkin tidak akan mengembalikan atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Namun, memaafkan dapat menenangkan hati dari sifat dendam dan prasangka. Semua juga untuk kebaikan bersama, ketenangan bersama.

Jangan biarkan masa lalu menghantui masa depan kita. Jangan rusak kebahagiaan hari ini dengan bayangan kejadian buruk kemarin. Ingatlah semua itu adalah warna yang menghiasi perjalanan hidup kita, agar hidup ini terasa lebih indah. Karena pelangi itu terdiri dari berbagai warna, bukan cuma satu. Dan disetiap akhir tangisan pasti akan ada senyuman :)

Untuk itu ada sebuah ungkapan yang sangat saya sukai “jika orang lain melakukan keburukan pada kita, tuliskan di atas pasir pantai agar dapat tersapu ombak. Namun, saat orang lain melakukan kebaikan pada kita, tuliskan di atas batu karang agar tidak mudah hilang”. Intinya, jangan selalu mengingat keburukan orang lain, padahal kita tahu begitu banyak kebaikannya yang telah kita rasakan
Continue reading →
Senin, 22 Agustus 2011

Semangkuk Bakmie Panas

0 komentar
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai. “tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.


RENUNGAN:
 

Bagaimanapun kita tidak boleh melupakan jasa orang tua kita. Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir. Kasih sayang yang tulus tanpa syarat.
Continue reading →
Minggu, 21 Agustus 2011

Pencuri Kue

0 komentar

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.

Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.
Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”. Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir “Ya ampun orang ini berani sekali”, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.Kita sering mempengaruhi, mengomentari,mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
Continue reading →
Sabtu, 20 Agustus 2011

Perjalanan Coca Cola

0 komentar
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya yang diberi harga Rp.4.000,00.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp.60.000,00.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan sisi terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA

So, tunggu apalagi. Buat dirimu menjadi orang yang LUAR BIASA diantara orang-orang di sekitarmu. Buat apa “sama” jika kamu bisa menjadi orang yang “berbeda”, tentunya kea rah yang lebih baik.
Continue reading →
Jumat, 19 Agustus 2011

Cinta Tanpa Suara

0 komentar
Ada saudagar kaya yang sudah tua usianya. Hartanya sangat banyak. Sementara ia sudah tidak memiliki istri lagi. Ia kini hidup dengan seorang putranya.

Anak lelaki satu-satunya ini memiliki sifat yang berbeda dengan sang ayah. Ayahnya adalah orang yang sangat gigih dalam bekerja. Sedangkan anaknya, hanya bersenang-senang saja. Memang, saking banyaknya harta itu, tidak akan habis dimakan sampai tujuh turunan.

Saudagar kaya ini memiliki perpustakaan besar. Bahkan, terbesar di jamannya. Sewaktu muda, ia giat bekerja sehingga menjadi kaya raya seperti sekarang ini. Kini, ia ingin menikmati masa tuanya dengan tenang. Menikmati jerih payahnya sewaktu muda.


Ada satu sifat yang tidak disukai si anak dari diri ayahnya. Yaitu, ayahnya dinilai seorang yang pelit. Sang ayah sangat selektif dengan permintaan anaknya. sang anak merasa jengkel dengan sifat ayahnya ini.

Karena tidak setiap yang ia inginkan, bisa dipenuhi oleh ayahnya. padahal, apa yang ia inginkan, pasti bisa terjangkau dengan banyaknya harta yang dimiliki ayahnya.

Suatu hari, sang anak datang menghadap ayahnya. Ia berniat meminta sesuatu terhadap ayahnya. Sudah jauh-jauh ia menyusun rencana ini. Berharap ayahnya mau mengabulkan keinginannya.

"Anakku, kau nampak murung. Apa yang kau pikirkan?" tanya sang ayah.

"Ayah, aku sangat beruntung memiliki seorang ayah sepertimu. Nasibku tidak seperti orang kebanyakan yang serba kekurangan. pokoknya aku bangga menjadi anakmu." ujar sang anak.

"Syukurlah!"

"Begini ayah, kemarin ketika aku jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor, aku terus diperhatikan oleh orang-orang yang kujumpai. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentang aku. Mungkin mereka merasa aneh, anak saudagar kaya hanya mengendarai sepeda motor!" si anak mulai menyentil.

"Maksudmu?"

"Beberapa hari yang lalu, aku melihat iring-iringan mobil ke arah kota. Aku berpikir, alangkah nyamannya naik mobil. Tidak kepanasan, seperti naik sepeda motor. Maka akupun berkeinginan untuk memiliki sebuah mobil. Apakah Ayah mau memenuhi keinginanku?"

Sang ayah menarik nafas panjang "Anakkku, Ayah kira dengan sepeda motor sudah cukup untukmu. Kau hanya berkeliling di sekitar sini saja kan?"

"Tetapi, aku sungguh ingin merasakan bagaimana rasanya naik mobil, Ayah!"

"Ayah akan pikirkan dulu. Besok akan Ayah berikan jawabannya."

*****

Keesokan harinya, sang anak tengah duduk di ruang keluarga. Menunggu jawaban ayahnya. Dalam hati ia berdoa, agar ayahnya mau mengabulkan permintaaanya tersebut.

Tidak lama kemudian, sang ayah muncul dengan membawa sesuatu.

"Ayah, Bagaimana? Apakah Ayah setuju dengan keinginanku?"

"Anakku, Ayah ini sudah tua. Sebentar lagi mungkin Ayah akan mati. Dan tentu saja seluruh harta Ayah akan diwariskan kepadamu, karena hanya engkaulah ahli waris ayah satu-satunya."

"Ayah setuju tidak dengan keinginanku?" sang anak sudah tidak sabar lagi.

"Anakku, tidak semua yang kita inginkan bisa kita raih, meskipun kita hidup berkecukupan. Tapi, kau sangat beruntung, karena engkau terlahir dari keluarga yang kaya raya. Yang kaubutuhkan, sudah Ayah siapkan. Ini!" sang ayah menyerahkan sesuatu kepada anaknya.

"Apa ini? Buku?"

"Ya"

"Jadi, Ayah tidak mengabulkan permintaanku?"

"Tunggu dulu, maksud Ayah...."

"Ayah memang pelit! Lebih baik aku pergi dari rumah ini!" sang anak beranjak meninggalkan tempat duduknya dan berlari meninggalkan rumah.

Sang ayah tidak dapat mencegah anaknya, bahkan tidak sempat memberikan pengertian dan persoalan yang sebenarnya. Kini ia tinggal sendiri. Sang anak pergi dengan meninggalkan kekecewaan. Sang ayah lebih kecewa, karena sang pewaris satu-satunya telah pergi.

*****

Beberapa tahun kemudian, anak saudagar kaya ini ingin kembali ke rumah. Ia menyesal telah meninggalkan ayahnya yang sudah tua. Ia juga merasa sengsara, hidup dengan usaha sendiri. Makan seadanya, pakaian yang tidak sebagus dulu, dan beragam kesusahan lainnya.

Penyesalannya semakin membuncah, taktala ia mendengar ayahnya telah meninggal. Ia merasa berdosa dan menganggap diri sebagai manusai yang tak berguna.

Untuk menebus dosa-dosanya, ia berjanji dalam hatinya akan meneruskan apa yang telah diusahakan ayahnya selama ini. Menjaga dan mengelola harta yang ada. Juga akan mengubah tabiat buruknya.

*****

Tibalah anak itu di depan rumahnya. Sungguh ironis, rumah yang dahulu megah, kini nampak kumuh tak terawat. Karena setelah sang ayah meninggal, para pembantu di rumah itupun pergi.

Sebelum ia masuk ke rumah, ia menyempatka diri untuk mengunjungi makam ayahnya yang berada tak jauh dari samping rumahnya. Ia tahu itu makam ayahnya, karena disana tertancap sebuah batu nisan atas nama ayahnya. Di depan makam ayahnya, ia menangis dan menyesali semua perbuatannya.

Setelah puas meyiram makam ayahnya dengan air mata. Anak ini kemudian masuk ke dalam rumah. terbayang lagi kenangan dahulu, ketika ia bercanda ria dengan ayah dan ibunya hingga kenangan pertengkarannya dengan sang ayah terakhir kali, sebelum ia meninggalkan rumah.

Matanya kemudian menangkap sebuah buku. Buku yang hendak diberikan ayahnya, sebagai pengganti mobil yang ia minta. Dengan tangan gemetar, diambilnya buku itu. Buku itu telah tertutup penuh dengan debu.

Perlahan-lahan, dibukanya lembaran demi lembaran dari buku itu. Ternyata, buku itu adalah kumpulan nasehat yang ditulis oleh ayahnya sendiri selama ia hidup untuk anaknya. Ketika ia membuka-buka halaman dari buku itu, tiba-tiba sesuatu terjatuh. Sebuah kunci mobil, lengkap dengan surat-suratnya. Di sana juga terselip tulisan: "Ayah menyayangimu!"

Kembali sang anak ini menangis. Kembali penyesalan menyergap dirinya.

"Ayah, maafkan anakmu" lirihnya dalam hati.



(disadur dari buku "Beginilah Seharusnya Hidup")
Continue reading →
Rabu, 03 Agustus 2011

Paku dan Amarah

0 komentar
Ada seseorang pemuda yang sangat pemarah dan dia tidak dapat menahan amarahnya meski hanya masalah kecil. Pada suatu hari sang ayah menghadiahkannya dengan sekotak penuh paku.

"Untuk apakah paku-paku ini ayah?" tanya pemuda tersebut.

"Setiap kali kamu marah,pakulah tembok batu di depan rumah kita ini
untuk melepaskan amarahmu." Jawab sang ayah.

Esoknya si pemuda marah, dan sesuai anjuran ayahnya dia lalu memaku tembok batu di depan rumahnya. Saking amarahnya si pemuda telah memaku sebanyak 47 buah paku sampai amarahnya benar-benar reda. Selepas beberapa hari si pemuda sudah dapat mengurangi amarahnya, demikian juga semakin sedikitlah jumlah paku yang dia pakai. Dan dia mendapati bahwa dia sudah semakin bisa menahan amarahnya berkat paku-paku tersebut. Begitulah sampai akhirnya tibalah hari dimana pemuda tersebut sudah bisa menahan amarahnya, dan dia segera memberi tahukan hal ini kepada ayahnya, sang ayah pun senang dan menyuruh dia untuk mencabut paku itu satu persatu pada setiap hari yang dia lalui tanpa kemarahan. Hari berganti hari dan akhirnya dia berhasil mencabut ke semua paku-paku itu. Kembali dia memberitahukan hal ini dengan bangga kepada ayahnya.Ayahnya lalu meletakkan tangannya ke tembok tersebut sambil berkata.

"Kau telah melakukannya nak tapi lihatlah apa yang telah terjadi pada tembok batu ini, kini tembok batu ini tidak sama dengan sebelumnya, setiap kamu marah kamu akan memaku tembok batu itu dan begitu kamu tidak marah kamu mencabutnya satu-satu, tapi setiap kali kamu mencabutnya akan muncul lubang bekas paku tersebut. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini.. di hati orang lain”.

"Kamu dapat menusukkan pisau pada seeorang, lalu mencabut pisau itu.. tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada.. Jadi ingatlah jika kamu punya orang yang sangat kamu sayangi dan menyayangimu janganlah sekalipun kamu menyakitinya karena walaupun kamu telah mendapatkan maafnya, tapi luka itu tetap meninggalkan bekas..”
Continue reading →