ALT_IMG

Ismail Ash-Shanhaji

My Name is Smile and I'm not Terorist

ALT_IMG

Gunadarma University

Gunadarma University is awarded as The Best Private University in Indonesia versi Webometrics on January 2014 Rank Edition

Alt img

HASPHI

HASPHI merupakan singkatan dari Himpunan Alumni Santri Pesantren Hidayatul Ikhwan. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan agar para alumni senantiasa dapat silaturrahmi dan berbagi didalam jaringan komunikasi didunia maya.

ALT_IMG

Anonymous

adalah kelompok Aktivis atau "Hacktivis" yang dibentuk pada tahun 2003. Para anggotanya dapat dibedakan di depan publik dengan mengenakan topeng Guy Fawkes atau yang biasa dikenal V for Vendetta. Pada tahun 2011, Majalah Time memasukkan nama "Anonymous" sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

ALT_IMG

The Sims 3

permainan komputer (computer game) simulasi kehidupan (life simulation) komputer keluaran tahun 2009 yang dikembangkan oleh The Sims Studio dan diterbitkan oleh Electronic Arts. Ini adalah edisi ketiga dari permainan komputer terlaris (bestseller). Readmore...

ALT_IMG

Smile

Smile is the power who make your life more brightness and happiness.

Sabtu, 07 Januari 2012

The Way You Look At Me

0 komentar
No one ever saw me like you do
All the things that I could up to
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything without a single word

CHORUS
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You made me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

If i could freeze some moment in my mind
Be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock, make time stand still
'Cause baby, this is just the way I always wanna feel
Continue reading →

Daniel Beddingfield – If You’re Not The One

0 komentar
If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?
I don’t know life so far away
But I know that its just a trip
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I’m praying you’re the one I’Ve build my home with
I hope I love you all my life
I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?
‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side
I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?
Continue reading →

Tentang Perasaan Lelaki

0 komentar
Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan dan yang kalian harus tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! Hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa, dan sungguh kami akan kembali mengerjakan itu untuk kalian.
Semua! hanya karena kalian…
Dan ya! kami pun tahu. bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar. Tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan “jadi maunya gimana?”  Kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami, sungguh! semua hanya karena kalian.
Kami sebenarnya pun tahu. bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film2 korea yang kalian tonton. Kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (*ya kan?). Tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan2 kalian, untuk melihat kalian tersenyum, sungguh! semua hanya karena kalian..
Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata2 kami tampan. Ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak!
tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. sungguh! Semua itu hanya karena kalian..
Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian.
Dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian.. sungguh,semua itu hanya karena kalian..
Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman2 kami, tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian, karena kami ingin mengetahui kabar kalian dan tahukah kalian?
Sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat.
Kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian,  tidak peduli teman2 kami bersorak sorak menggoda kami, sungguh, semua itu hanya karena kalian..
Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. Kadang kami akan bersikap tak peduli. Namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata “iya, kamu juga ya..”,
Maka kami benar2 tulus mengatakannya… sungguh, semua itu hanya karena kalian…
Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itu yang menghidupkan hidup kami!  Sungguh, semua itu hanya karena kalian..
Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu, maka kami sungguh tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum. Hanya itu! dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah, jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf.. berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian..
Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis.
Sungguh itu membuat kami bingung setengah mati! Maka tolong jangan salahkan kami, ketika kami meminta kalian berhenti menangis. namun kami pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah, kami akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami. Maka, kami akan membawa kalian masuk kerumah dan pamit pulang pada ayah ibu kalian.
Dan tunggulah, maka kami akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian  atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi sungguh, itu hanya karena kalian..
Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup?
Maka dalam hati kami tertawa. namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman.
kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mata kami kalian tetap paling indah!! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami. Ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..
Ketika kalian berkata baik-baik saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, “Ok, kalo ada apa2 bilang ya”.
karena kami tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar2 baik2 saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tau lagi.
Karena kami berharap kalian cukup mempercayai kami untuk menceritakan semuanya.. bukan karena kami memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian….
Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan “tidak usah” pun, kami akan selalu ada di samping kalian. Karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian..
Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami, setidaknya itu yang kami pikirkan saat itu…
Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati kami dan meninggalkan kami, kami mungkin akan marah.
tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika kami benar2 telah memilih kalian untuk menemani kami, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hati kami sudah kalian tulis menjadi ruangan kalian, maka ketika kami mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu.
ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian kembali untuk kami.
Tapi tolong, jangan khianati kami dengan lelaki yang lain! karena itu akan sangat menyakitkan untuk kami! Dan maaf, kami mungkin.. akan meninggalkan kalian selamanya…..
Continue reading →

Sebuah Karya pada Blog

0 komentar
Salam, waktu kali ini sudah menunjukkan awal yang sangat pagi sekali, boleh dibilang waktu yang pas buat mulai begadang, 00.30 WIB, waktu yang menurut saya kurang pas sebenarnya untuk masih terus terjaga dan bukannya saya gunakan untuk beristirahat tentunya, lelah setelah seharian ini beraktifitas tak membuat luluh niat saya untuk sekedar mengkoneksikan handphone saya dengan bluetooth untuk mengecek email. kemudian saya terenyuh sebentar melihat pada salah satu email baru yang masuk, email ini berisikan tentang seseorang yang mungkin telah lebih dulu berkecimpung dalam dunia Blogger, beliau sangat sopan dalam memberitahu saya tentang sesuatu yang menurut saya biasa saja, sebelum saya membaca email dari beliau, seperti inilah pesan dari beliau :
“Tulisan yang bagus mudah disimak, dengan penambahan singkatan dibelakang, namun ada usul nih….      perlu ditambahkan hati-hati kalau menulis tentang orang lain agar tidak terkena pasal pencemaran nama baik, juga jika mengutip jangan lupa sebutkan sumbernya agar tidak dituduh plagiat.”
saya langsung kaget saja, karena ternyata yang beliau maksudkan dalam pesan beliau adalah, Hargailah karya Tulisan orang lain.
ini merupakan sesuatu yang sangat baru menurut saya, karena dunia blogger memang masih baru saya jalani, keinginan yang sangat besar untuk bisa karena blog ternyata sudah sangat biasa bagi sebagian orang lain, disitulah mulai timbul berbagai masalah, karena awamnya, ketika sudah login di cpanel blog, masalah pertama,
1. Apa yang mau saya tulis
ini merupakan permasalahan utama yang mungkin bukan hanya saya saja yang mengalami ketika pertamakali mencoba Blogging.  Identitas, Maksud, Tujuan, Topik yang Diangkat, sangat sulit untuk dikerjakan dalam satu buah tulisan, serasa jari tangan ini kaku untuk mengetikkan kata demi kata.
2. Sejauh mana saya faham akan tulisan yang saya tulis
ketika sudah tersedia segala sesuatu di dunia internet, terkadang ketika dalam kebingungan menentukan sebuah topik tulisan, akan terbersit sebuah masalah yang akan diangkat menjadi sebuah tulisan, tapi tingkat pemahaman sang penulis akan tulisannya sendiri yang perlu dipertanyakan, karena sebuah tulisan di blog adalah sebuah informasi yang dibutuhkan oleh orang lain.
3. Bagaimana cara menulis yang benar
sampai pada poin ini kalau menurut saya sebaiknya mengacu pada pelajaran bahasa indonesia, kalo tidak salah salah sih ada pelajaran menulis, tentang pengaturan alinea, paragraf, alinea, topik utama, dan lain-lain, kalau untuk pemula seperti saya sudah acak-acakan dan tidak fokus saja sudah bersyukur. kalau sudah disini jadi teringat sebuah apa ya namanya, tapi bunyinya seperti ini, “alah bisa karena biasa”, pokoknya begitu. jadi tentang menulis yang benar mungkin seiring berjalannya waktu jika sudah terbiasa pasti akan benar tulisannya, eh, cara nulis yang benar
4. Berikan reward (Penghargaan) pada pihak yang mendukung tulisan kita.
inilah poin penting menurut saya di dunia blogger, ketika kita dalam ketidak tahuan akan tatacara menulis di Blog, seringkali kita hanya mengcopy paste tulisan orang lain, dan tanpa menyertakan sumber atau referensi, mungkin sebagian ada yang sudah berniat memberikan reward, tapi mungkin tidak tahu caranya, karena seringkali ketika kita masuk ke sebuah Blog dengan tulisan yang menyertakan sumber dan referensi, sumber tersebut berupa link, bagaimana cara membuat link seperti itu saya pun masih kesulitan dan masih harus banyak belajar.
sedikit banyak tulisan ini walaupun masih kurang fokus pada satu titik masalah, sekaligus mengingatkan saya sendiri untuk selalu mengahargai hasil karya tulisan oang lain.
semoga  bermanfaat
Continue reading →

Prosedur Seorang Penulis pada Blog

0 komentar
Membaca artikel di kompas.com kok terasa aneh, lucu tapi juga menggelitik, karena ada juga seorang blogger yang justru ngetop dengan tulisan copy-paste karya orang lain.
Hah? Copy-paste? Ga salah tuh?
Yah, memang begitulah adanya. Saat ini ada seorang blogger yang memang hobi melakukan copy-paste tulisan orang lain yang didapatkannya dari hasil googling. Para pengunjung blognya biasanya hanya orang-orang yang memasukkan kata kunci di Google lalu menemukan blognya secara tidak sengaja. Trik yang dipakai adalah dengan memakai judul-judul artikel yang fenomenal.
Jadi … Cara menaikkan trafik pengunjung adalah lewat Google ya? Lalu apa gunanya kita sering blogwalking?
Begini … Saya pernah membaca tulisan di sebuah blog yang isinya kira-kira begini :
Blogger itu cukup konsisten dan konsentrasi menulis konten untuk blognya saja. Content is the king! Ga perlu repot memikirkan cara memasarkan dan menjual alamat blog. Serahkan tugas itu pada Google yang memang sudah ahlinya menjual link.
Kalau soal blogwalking itu cara kita bersosialisasi dan membentuk komunitas di dunia maya. Tidak ada ruginya menambah teman2 baru walaupun di dunia maya yang terkadang kita tidak pernah bertemu muka secara langsung karena terpisah jarak, ruang dan waktu.
Cukup menulis saja! Blog yang kaya konten akan memberikan banyak pilihan buat tamu agar mau menengok rumah kita. Dan ingat, tugas kita adalah membuat konten yang menarik agar tamu2 kita tidak menjadi bosan.
Bagaimana menurut anda?
Catatan :
Konon, copy-paste sih sah saja asal kita tidak lupa menuliskan sumber aslinya.
Continue reading →

Bahasa yang tak sengaja jadi kebiasaan

0 komentar
Mengamati mahasiswa dan anak muda zaman sekarang berkomunikasi membuat kita senyum-senyum sekaligus miris. Saat ini hampir jarang kita mendengar mahasiswa berbicara dengan kata “saya” dan “kamu”, mereka lebih sering menggunakan “lu” dan “gue”, atau dalam beberapa variasi seperti “elo”, “lo”, “gua”, atau “gw”. Mungkin penggunaan kata “saya” dan “kamu” dirasakan mereka terlalu formal ‘kali ya atau terlalu kaku. Oh iya, penggunaan kata “lo” dan “gua” bercampur baur dengan dialek betawi. Misalnya seperti di bawah ini:
“Eh, gue mau pinjem catetan kuliah probstat lo dong?”
“Boleh, nih, entar lo balikin nanti malem ya, gua belon bikin tugasnya nih?”
“Tugas apaan? Kok gue enggak tahu?”
“Makenye lo jangan sering bolos dong“
He..he..he, itulah bahasa gaul anak muda di Bandung masa kini, khususnya di kalangan mahasiswa (utamanya lagi di ITB). Yang mengucapkannya bukan hanya mahasiswa dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah bukan Jakarta juga enjoy saja berbicara dengan teman-temannya menggunakan bahasa gaul ini. Jakarta minded. Jadi jangan heran kalau kita mendengar logat medok Jawa dalam ucapan seperti di atas, atau dialek Sunda yang khas, atau logat Minang/Melayu yang kental dalam mengucapkannya. Kadang-kadang salah lagi dalam pengucapannya. Itulah yang membuat saya tersenyum geli mendengarnya. Misalnya begini:
“Gua nggak bisaan euy ujiannya” (Sunda banget ya)
Di Bandung yang pengaruh Jakarta begitu kental karena dekatnya jarak kedua kota ini, penggunaan bahasa gaul sudah menjadi hal yang biasa, tidak hanya di kalangan mahasiswa tetapi juga siswa-siswi SMA/SMP. Coba sekali jalan-jalan ke Jl. Belitung dekat SMA 3 dan 5, dengarkan bagaimana siswa-siswa SMA itu bercanda dan bercakap-cakap. Anda akan menemukan fenomena yang sama seperti di kampus-kampus lain di Bandung.
Sepanjang bahasa gaul itu untuk memperlancar komunikasi dan membuat lebih akrab tentu sah-sah saja digunakan. Bahasa memang bertujuan untuk berkomunikasi, bukan?
Namun yang membuat miris adalah ketika bahasa gaul itu masuk ke area formal seperti kelas kuliah, seminar, diskusi, dan bahasa tulis. Ketika saya memimpin sebuah diskusi di dalam kelas, seorang mahasiswi tidak sadar menggunakan kata seperti: “Kalau kata gue sih … “, atau ucapan seperti: “pendapat lo gak salah..”. Nah, bingung ‘kan kita kenapa bahasa mahasiswa kita jadi kacau begini ya?
Dalam seminar Tugas Akhir yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa, si mahasiswa TA tanpa sadar menanggapi pertanyaan dari temannya dengan bahasa gaul seperti “menurut gua…dst”. Seisi kelas tersenyum geli mendengarnya. Lupa ya mas ini di dalam kelas seminar? Yang paling sering adalah pengucapan kata-kata informal seperti “ukuran datanya lumayan gede“, atau “waktu eksekusinya lama banget“. Kata-kata slank yang mengandung akhiran “in” tidak terhitung terlontar dari mulut si mahasiswa TA, seperti “dimasukin”, “ditambahin”, “digabungin”, “dihilangin”, dan sebagainya. Tambah parah saja, bukan?
Itulah pentingnya belajar berbahasa yang benar, bukan sekadar belajar Bahasa Indonesia, tetapi belajar menggunakannya secara baik dan benar serta tahu tempat dan situasinya.
Continue reading →

Kemewahan bukan segalanya

0 komentar
Vina meneleponku hari Sabtu pagi, saat aku membersihkan kamar mandi.
“Kau mau main ke rumahku, tidak?” tanyanya.
“Mama kedatangan beberapa temannya, dan sekarang mereka pergi berkuda. Aku bosan sendirian di rumah.”
“Wah, tidak bisa,” desahku. “Hari Sabtu waktunya mengerjakan tugas-tugas rumahtangga.”
Vina terdengar kecewa. “Tapi Riri akan datang. Begini saja, datanglah agak siang, kalau tugas-tugasmu sudah selesai.”
Aku menutup telepon dan melihat Lita berdiri di belakangku. “Telepon dari siapa?” tanyanya.
“Vina Angelica,” jawabku. “Dia mengundangku ke rumahnya. Tapi aku belum selesai membersihkan kamar mandi, dan sesudah itu aku harus…”
Lita meletakkan tangan di bahuku dan meremasnya. “Biar aku saja yang mengerjakannya, Upik Abu. Pergilah ke pesta dansa.”
Setengah jam kemudian, aku sudah dalam perjalanan ke rumah Vina. Lita baik sekali. Dia berhasil membujuk ayah dan ajaibnya ayah memperbolehkan aku pergi. Aku bisa bebas sehari ini tanpa dibebani tugas-tugas rumahtangga. Horeee! Seandainya saja Lita mau tinggal bersama kami selamanya, pikirku pasti hidup ini akan terasa menyenangkan. Aku tahu Ayah mengkhawatirkan tanggapanku dan adik-adikku tentang hal itu, tapi sebenarnya kami tidak keberatan. Aku pernah berusaha mengajaknya bicara mengenai hal itu beberapa minggu lalu, tetapi Ayah cepat-cepat mengalihkan topik pembicaraan. Sayang sekali, karena kami semua menyukai Lita dan ingin Ayah bahagia, tapi waktu aku berusaha mengutarakan hal itu padanya, Ayah malah bergumam tidak jelas, mengatakan kami adalah tanggungjawabnya, lalu bergegas pergi ke toko.
Segala perenunganku akhir-akhir ini akan kebenaran dan bersikap jujur, juga ada kaitannya denganku dan Ayah. Bukannya kami tidak jujur satu sama lain, tapi kami lebih sering tidak mengungkapkan seluruh kebenaran. Suatu hari nanti, kami harus duduk dan berbicara empat mata tentang banyak hal, aku memutuskan dalam hati.
Pagi itu, langit biru tak berawan saat aku mengayuh sepeda menuju rumah bibi. Rasanya udara cerah berhasil menghalau semua kekusutan dalam otakku. Ada yang namanya kebenaran, pikirku, berikutnya bohong putih, lalu setengah kebenaran, kemudian kebohongan. Lalu ada kebohongan baik dan buruk, sebagian untuk melindungi, sebagian untuk menghindari keributan, tapi kurasa ada juga yang benar-benar tindakan pengecut.
Aku memutuskan akan mencatat semua kebohongan atau bohong putih yang kulakukan mulai besok.
Sepuluh menit kemudian, aku meninggalkan rumah bibi dan sampai di rumah Vina. Tapi bagaimana caranya aku masuk ke sana? Pagar besi tinggi yang megah itu tertutup rapat di depanku. Kulihat kotak interkom kecil terpasang di salah satu pilar yang ada di sana. Kutekan tombolnya.
Kamera langsung bergerak dan menyorot wajahku. Aku memasang wajah tersenyum penuh harap.
“Hai, Cha, masuklah,” kata Vin melalui interkom. Detik berikutnya aku mendengar suara mendengung dan seperti disulap, gerbang besar itu mulai terbuka.
Sambil mengayuh sepedaku masuk, naik turun menyusuri jalan masuk yang berkelok-kelok, aku mulai merasa minder. Walaupun sudah pernah datang ke sini sebelumnya bersama Ayah. Kali ini, aku masuk ke sana sebagai tamu. Setidaknya James tidak ada di sini. Seandainya dia ada, tidak sanggup aku ke sini.
Rasanya lama sekali bersepeda menuju rumah Vina, melewati kandang-kandang kuda, lumbung-lumbung, dan hutan kecil yang seolah tidak berujung. Aku mulai berpikir aku tersesat ketika mendadak pepohonan seolah terbuka. Lalu, aku melihat Vina dan Riri berdiri menungguku di ujung jalan bersama dua anjing berbulu cokelat kemerahan.
Rumahnya megah sekali, seperti hotel kuno, berdiri dengan hutan mengelilingi di bagian belakang dan kedua sisi. Di depannya, tampak teras panjang yang dipenuhi pohon-pohon palem besar dalam pot-pot raksasa.
“Wow, Cha, kau harus melihat-lihat tempat ini,” seru Riri dengan wajah berseri-seri begitu aku turun dari sepeda dan langsung disambut dua anjing itu, seolah-olah aku sahabat lama. “Benar-benar menakjubkan. Mereka punya lapangan tenis sendiri, juga kolam renang, dan ruang bilyar.”
“Kenalkan, ini Max dan Molly,” kata Vina.
“Duduk, anjing pintar, duduk.” Max menurut, tapi Molly sepertinya suka padaku dan menggigit lengan bajuku kuat-kuat.
“Duduk, Molly, duduk. Maaf, Cha, dia masih muda dan terlalu girang bila ada orang datang.”
“Tidak apa-apa,” kataku sementara Vina melepaskan Molly dariku. Aku menyandarkan sepeda di teras dan memandangi mobil-mobil yang diparkir di sebelah rumah. Mercedes perak mengkilap, BMW hitam, dan Range Rover. “Supirku sibuk, jadi aku datang naik sepeda,” candaku sambil tertawa.
Vina tersenyum malu. “Kau mau masuk? Aku akan mengajakmu berkeliling melihat-lihat. Itu kalau Riri tidak keberatan melihatnya lagi.”
“Tidak, tentu saja tidak,” jawab Riri.
Kami mengikutinya melewati teras dan berjalan memasuki pintu yang mengarah ke ruang depan dengan langit-langit tinggi menjulang, kaca-kaca besar, serta tangga lebar.
“Ini ruang duduk,” kata Vina sambil berjalan mendahuluiku memasuki ruangan elegan dengan jendela kaca yang besar sekali dan tirai-tirai tebal yang menjulur menyapu lantai. Melalui jendela itu terlihat pemandangan menakjubkan: halaman depan yang melandai ke arah laut.
“Di sana mereka punya pantai pribadi,” cerita Riri, yang tampak senang berada di sini. “Juga kapal-kapal pribadi.”
Sambil berjalan mengikuti mereka dari kamar ke kamar, aku juga mulai merasa senang. Rasanya seperti turis yang melihat-lihat rumah bersejarah para bangsawan. Belum pernah aku melihat tempat semewah ini, kecuali hotel tempat Nenek Brenda yang menikah tahun lalu.
Setiap ruangan yang ada di lantai bawah memiliki perabotan yang indah sekaligus nyaman, perapian terbuka dengan keranjang-keranjang berisi kayu bakar di sebelahnya, dan dimana-mana bertebaran barang yang tampak antik dan berharga. Tapi yang paling asyik, di setiap ruangan ada televisinya. Di lantai atas, semua kamar tidurnya memiliki kamar mandi bahkan sebagian kamar mandi itu juga dilengkapi televisi.
“Pasti oke banget tinggal di sini,” kataku.
“Tidak harus berbagi kamar tidur atau kamar mandi. Pasti enak rasanya punya televisi sendiri.”
“Kalau begitu, mudah-mudahan suatu hari nanti kau mau kuajak menginap di sini,” kata Vina. “Mama paling senang menerima tamu.”
“Wah, kami berminat sekali,” jawabku sementara Vina mengajak kami berjalan menyusuri koridor dan memasuki kamar tidur lain.
“Ini kamar tidur si Tuan Muda Pangeran,” kata Vina.
“Kamar James,” timpal Riri sambil nyengir di belakang punggung Vina.
Aneh rasanya melihat-lihat barang pribadi cowok itu. Di sana banyak terpajang foto James bersama teman-teman dan keluarganya, dan melihat foto-foto itu membuat perutku terasa aneh. Kembali ke otakmu, perintahku pada pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepala. Sebenarnya aku tidak ingin berlama-lama di sana, tapi Riri sibuk meneliti isi rak James, melihat-lihat koleksi buku dan kaset CD-nya.
Sepanjang sisa siang itu kami habiskan untuk “tur” keliling rumah, tapi bahkan setelah dua jam berlalu, kami masih belum melihat semuanya.
“Sekali-kali, kau harus datang ke rumahku dan melakukan “tur” juga di rumah kami,” kataku sambil tertawa. “Tidak sampai lima menit sudah selesai. Tiga kamar di atas, dua di bawah, dan sebuah kamar mandi kecil.”
“Kalian tidak keberatan, kan?” tanya Vina saat kami berhenti di puncak halaman.
“Keberatan pada apa?” Tanya Riri, kebingungan.
Vina melambaikan kedua ke sekelilingnya. “Semua ini.”
“Keberatan? Aku suka sekali,” kataku.
“Masalahnya, terkadang ada orang yang bersikap agak aneh karena keluarga kami punya begitu banyak, kalian tahu lah…”
“Maksudmu iri?” tanyaku.
Vina mengangguk. Mudah-mudahan saja hal ini tidak membuat kalian enggan berteman denganku.”
“Tentu saja tidak,” sahutku. “Maksudku, tentu saja aku agak iri, siapa yang tidak sih? Tapi sebenarnya aku berharap kau akan mengajakku dan Rini pindah ke sini. Tidak akan ada yang sadar kalau kami ada di sini. Kami bisa tinggal di salah satu kandang kuda itu bersama kuda-kuda peliharaanmu.”
Vina tertawa dan terlihat lega. “Bagus, kalau begitu ayo kita cari Minah dan minta dibuatkan minum.”
“Siapa Minah?” tanya Riri.
Vina tampak malu. “Pengurus rumahtangga kami. Maaf.”
Sambil berjalan mengikuti Vina kembali ke rumah dan masuk ke dapur yang bahkan lebih besar daripada seluruh ruangan di dalam rumah kami bila dijadikan satu, terpikir olehku betapa anehnya manusia itu. Lihat saja Vina, yang memiliki segalanya: kecantikan, orangtua glamor, rumah mewah nan megah, pengurus rumahtangga, kamar tidur dan kamar mandi pribadi, televisi, dan entah apalagi, tapi dia malah khawatir kami tidak mau berteman dengannya. Tapi kemudian aku sadar bahwa satu-satunya yang tidak dia miliki di sini adalah teman.
Padahal justru temanlah yang membuat kita merasa betah tinggal di mana saja, baik itu di rumah megah seperti ini, maupun di rumah mungil seperti rumahku. Setelah kehilangan orang terdekat seperti ibumu, kau dengan cepat belajar bahwa orang-oranglah yang terpenting dalam hidup ini. Kupandangi Vina dengan kekaguman yang semakin bertambah. Dia memiliki segalanya tapi sama sekali tidak sombong. Tidak seperti orang kaya yang pada umumnya angkuh. Itulah yang terpenting, pikirku, dan jelas Vina menyadari hal itu. Mudah-mudahan kami bisa berteman baik.
Continue reading →

Wawasan CYBER-POLITICS: Hacktivism-Cyberwarfare

0 komentar
Dunia global dan kemajuan teknologi modern, perkembangan internet beserta aktivitas di dunia maya/cyber tidak terlepas dari meningkatnya aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas untuk tujuan profit, sosial-politik atau sebaliknya hanya sekedar penyebaran ideologi individu semata. Namun yang sangat disayangkan hari ini, masyarakat umum ternyata masih agak awam dalam memahami perbedaan diantara aksi-aksi di dunia maya yang kerap melibatkan teknik hacking komputer dengan beragam motif tersebut.
Sederhananya, seorang kriminalitas cyber di dunia maya (cracker=perusak) berbeda dengan hacker, berbeda dengan hacktivist, berbeda dengan cyberterrorist.
Hacktivism & Cybercrime
Sebut saja Political Acktivism atau yang dikenal dengan istilah ‘Hacktivism’ yang berbeda secara definisi dan implementasi dengan Cybercrime apalagi Cyberterrorism. Namun pembedaan ini menjadi kabur seiring dengan minimnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga konotasi negatif kerap melekat dan sebaliknya mereka para pemula yang minim wawasan (baca: internet users/pecinta teknologi) justru semakin terbodohi oleh statement-statement antipolitik di dunia maya.
Hacktivism secara definisi dimaknai sebagai aksi yang tidak menggunakan kekerasan fisik juga tidak menimbulkan kekerasan fisik secara langsung dengan menggunakan teknik hacking komputer untuk tujuan-tujuan politis. Mengutip Samuel dalam pembatasan disertasi Harvard nya “hacktivism is the nonviolent use of illegal or legally ambigous digital tools in pursuit of political ends.” Bentuk aksi Hacktivism misalnya seperti yang dilakukan kelompok Hacktivism pertama the Cult of the Dead Cow di Amerika salahsatunya lewat aksi developing ‘Goolag Tool’ sebagai bentuk protes atas dominasi microsoft, atau kelompok The Electrohippies di Inggris dengan Gerakan propaganda Anti-Globalisasi nya di dunia maya.
Hacktivism berbeda dengan Cyber-crime dan Cyberterrorism yang dari aksi non-fisiknya dapat menimbulkan kekerasan fisik di dunia nyata. Seorang hacktivist tidak melakukan aksi (sekalipun ilegal) untuk tujuan profit atau menciderai internet users atau individu dan kelompok di dunia nyata. Diantara aksi-aksi Hacktivism yang dikenal umum oleh masyarakat global adalah DDoS Attack, Political Defacement/Cracking, penyerangan email, Hacking and Computer Breaks-in, serta penyebaran virus komputer dan worm (I LOVE U Virus).
Cybercrime menurut European Commission secara definisi “criminal offences commited by means of electronic communication networks and information system or againts such networks and systems”, yang digolongkan sebagai aksi Cybermafia jika kelompok penjahat dunia maya tersebut terorganisir. Kegiatan kriminalitas siber kelas dunia salah satunya seperti yang terjadi ditahun 2001 ketika 150 expert internet users melakukan rapat di Eropa bagian Timur tepatnya Ukraina untuk membentuk suatu organisasi kriminal ‘CarderPlanet’ dibawah pimpinan Dmitry Glubov sebagai ‘the Godfather’ dengan pemahaman dasar bahwa internet mampu menciptakan kesempatan money laundry dan profit making. Kelompok yang tergolong mafiacyber ini mengorganisir pencurian data kartu kredit lalu menjualnya melalui aksinya yang dikenal dengan ‘trafficking banking data.’
Cyberterrorism
Cyberterrorism adalah bentuk extreme lain dalam terminologi dunia modern yang melibatkan aksi-aksi dengan teknologi untuk tujuan politis lewat aksi kriminalitas maya seperti penyerangan sistem komputer, networks, yang tujuannya membahayakan, merugikan bahkan dapat menciderai kehidupan manusia dan mengancam keamanan nasional suatu negara. Diantara aksi mereka seperti mencari kelemahan (vulnerability) dalam sistem kontrol transportasi (traffic control system) target.
Mengutip satu definisi umum, menurut agen FBI Mark Pollitt ‘cyberterrorism is the premeditated, politically motivated attack againts information, computer systems, computer programs, and data which result in violence againts noncombatant targets by subnational groups or clandestine agents. Ditambahkan Danning, pakar cyber-politics, bahwa aksi-aksi terorisme melalui dunia cyber dapat menyebabkan kerugian-kerugian yang sangat serius, bisa berupa kesulitan ekonomi sampai dengan menghilangkan kekuasaan suatu Pemerintahan atau membuat collaps Perusahaan target di suatu negara.
Diawal-awal kemunculannya salah satu aksi cyberterrorism yang menyita banyak perhatian dunia global diantaranya yang terjadi di Jepang tahun 1995 dimana sebuah software yang disusupkan terroris berhasil mengacaukan jalur transportasi di Tokyo yang membunuh 12 orang dan melukai lebih dari 6000 orang.
Cyberwarfare
Aksi-aksi diatas tidak jauh berbeda dengan ‘Cyberwarfare’ dalam terminology Cyber-Politics yang belakangan ini semakin marak diperbincangkan dan dipromosikan media-media di penjuru dunia, terutama semenjak penyerangan stuxnet ke Instalasi Pengayaan Uranium Iran.
Istilah-istilah seperti Aurora, Stuxnet, Ghosnet sampai Wikileaks Takedown dan semua konsepsi global terkait digunakannya technology hacking komputer untuk tujuan-tujuan politik dalam format Perang Dunia Maya, disinilah pembahasan Cyber-Warfare sesunggungguhnya dapat difokuskan.
Cyberwarfare atau Perang Cyber adalah aksi-aksi dunia maya yang melibatkan penggunaan teknik hacking komputer didasari oleh kepentingan-kepentingan Pemerintah suatu negara untuk tujuan-tujuan politik (ekonomi-sosial, dll) melalui aksi-aksi spionase atau sabotase sampai otoritas ‘system remote’ terhadap komputer target, yang dapat merugikan dan menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Continue reading →

Pro dan Kontra Facebook

0 komentar
Facebook, siapa yang tidak mengenal media "social networking" ini. sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc.Pada Januari 2011, keberadaannya memang sangat menggemparkan seantero belahan dunia karena fungsinya dalam menghubungkan semua orang dalam satu jaringan. tapi disatu sisi facebook pun hanya buatan manusia yang di program lewat sebuah piranti keras dan lunak, sehingga tak luput dari pro dan kontra. 

Pro dan kontra memang pasti ada dalam segala hal begitu juga dengan adanya pemberitaan yang merebak akhir2 ini yaitu bahwa ternyata Facebook turut membantu membiayai perang Israel ke Palestine, dari pemberitaan tersebut ternyata ada beberapa orang yang masih meragukan pemberitaan tersebut.

Kalau saya pribadi dengan adanya pemberitaan tersebut saya gak merasa bimbang, ragu ataupun gak percaya karena toh kalaupun pemberitaan tersebut salah apakah kita akan rugi gitu? Ruginya apa? Bisa dijelaskan?

Toh, meski pemberitaan itu salah nanti juga lambat laun akan ketahuan, nah kalo udah ketauan salah kita masih bisa kan bikin akun lagi di Facebook?

Tapi yang jadi masalah jika ternyata pemberitaan tersebut benar adanya wah gak bisa dibayangkan ternyata kalian para pengguna facebook telah turut membantu Israel untuk membiayai perang ke Palestine, ckckck.. Naudzubillah.. *saya merinding ngebayangin hal ini*

coba bayangkan selama ini kalian bersenang-senang ria bermain di Facebook ternyata secara tidak sadar kalian tealh membantu zionis laknatullah itu, ya Allah ampuni kami, ampuni saudara-saudaraku yang waktu itu belum tahu T_T
Continue reading →

Hukum Adat dan Modernisasi

0 komentar
Hukum adat merupakan hukum yang digunakan atau dipakai secara turun temurun atau dapat disebut hukum tradisi. Biasanya hukum adat berlaku pada desa atau kampung. adat setiap lingkungan bisa dapat berbeda antara satu sama lainnya. tergantung dari anutan yang telah mendarah daging di lingkungan tersebut. Sedangkan Modernisasi karena pengaruh teknologi dan sosialife atau gaya hidup yang menjamah sebuah lingkungan sehingga akan ada perubahan signifikan dalam sebuah struktur hukum baik secara dinamis maupun statis. tidak semua bentuk modernisasi dapat diterima dan diterapkan pada sebuah populasi dalam lingkungan adat.
Continue reading →